Powered by Blogger.

Visitasi Madrasah Aliyah Nurul Islam Tengaran

Visitasi oleh tim Pendidikan Madrasah Departemen Agama Kabupaten Semarang di Madrasah Aliyah MA) Nurul Islam Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Pondok Pesantren Sabilul Khoirot Tengaran Kab. Semarang, dilakukan dalam rangka uji kelayakan sebuah sekolah yang baru berdiri.

Visitasi ini merupakan agenda wajib bagi sekolah baru, untuk memperoleh ijin operasional dari pemerintah. MA Nurul Islam Tengaran yang di tahun 2013 ini telah membuka 2 lokal kelas dengan total santriwan-santriwati 44 anak, termasuk salah satu sekolah swasta tingkat aliyah yang baru berdiri.

“Dalam visitasi ini, Depag ingin memastikan apakah MA Nurul Islam mampu berdiri dan melanjutkan kegiatan belajar mengajarnya di tahun kedua dan seterusnya. Sudahkah madrasah benar-benar siap berdiri dan tidak menelantarkan peserta didiknya nanti”, ungkap Muhtadi, ketua tim visitasi. “Hasil visitasi akan kami laporkan ke depag Provinsi Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti”, imbuhnya.

Visitasi ini antara lain meliputi pengecekan kelengkapan sarana prasarana, guru dan tenaga kependidikan, kurikulum, proses pendidikan dan pembiayaan, yang disesuaikan dengan standar madrasah aliyah dari depag. Visitasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari kepala seksi (kasi) MA, pengawas, bidang sarpras dan tenaga kependidikan depag Kab. Semarang.

MA Nurul Islam mewajibkan semua santrinya untuk tinggal di asrama (mondok), oleh karena itu santri tinggal di komplek asrama dengan didampingi pembina asrama yang telah disiapkan oleh yayasan. Hal ini dikarenakan kurikulum kemenag / Madrasah Aliyah dan kepesantrenan sangat mendukung terrealisasinya tujuan didirikannya madrasah.

“Mencetak santri dengan karakter dasar islam (muwashofaat) yang standar melalui tarbiyah yang berkesinambungan dan menghantarkan alumni untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi di timur tengah maupun ke perguruan tinggi favorit di dalam negeri, menjadi tantangan kami, guru dan pengelola MA Nurista”, ungkap Sa’dullah Mahmud, kepala MA Nurista.

“Ke depan, MA Nurista bertekad untuk mampu mencetak santri dengan kapasitas ilmu agama (ulum syar`iyah) yang mumpuni, demi memenuhi kebutuhan dakwah di masyarakat. Selain itu santri MA diharapkan memiliki kemampuan hafalan dan pemahaman al qur`an, dan penguasaan bahasa arab dengan standar kemampuan membaca teks / literatur arab”, jelas Sa’dullah. Humas
PONDOK PESANTREN SABILUL KHOIROT
MADRASAH ALIYAH NURUL ISLAM TENGARAN


Jl. Raya Salatiga-Solo Km 8, Kaligandu, Rt 11/ 03, Klero, Kec. Tengaran,
Kab. Semarang, Telp. (0298) 3405188
معهد سبيل الخيرات الاسلامي