Koperasi Serba Usaha Persaudaraan Muslimah (KOSUMA) Nurul Islam Tengaran telah menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2014 pada tanggal 28 Maret yang lalu.
Koperasi yang berkantor di komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Khoirot Tengaran Kabupaten Semarang ini telah berdiri sejak tahun 2010. Saat ini, KOSUMA Nurul Islam memiliki omset sebesar 3 milyar lebih, dengan jumlah anggota sebanyak 889 orang.
"Event RAT tutup buku tahun 2014 ini dimaksudkan sebagai laporan dalam rangka memenuhi kewajiban pengurus dalam mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya selama tahun 2014. Selain itu RAT juga untuk memberikan gambaran obyektif kepada anggota sampai sejauh mana pengelolaan koperasi", ungkap Neti Haruni, manajer KOSUMA Nurul Islam.
Neti menambhakan, "RAT juga dimaksudkan agar mempermudah anggota dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pengurus dan anggota di dalam memenuhi kewajibanya. Kelemahan dan kendala yang ditemukan semoga mampu dicari solusinya agar dapat mewujudkan Koperasi yang lebih maju, sehat dan mandiri".
Sampai saat ini, produk dari KOSUMA Nurul Islam antara lain berupa Simpanan Mudharabah, Wadiah, Pensiun, Pokok, Wajib, Pendidikan, Hari raya dan Simpanan Khusus. Ada juga Simpanan berjangka 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan yang dapat diakses.
Sedang terkait produk Pembiayaannya antara lain: Murobahah (jual beli), Qardhul Hasan (kebajikan), Ijaroh (Multi jasa) dan Musyarokah (kerja sama modal).
Saat RAT ini juga dibagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota yang aktif, dalam arti anggota yang memiliki simpanan wajib dan rutin membayar simpanan pokok tiap bulan.
"Semakin banyak anggota mengajukan pembiayaan, semakin banyak SHU yang diterima. Saya contohkan dari simpanan sebesar Rp 305.000,- mendapatkan SHU sekitar Rp 89.000,- ", imbuh Neti.
Dengan terlaksananya RAT ini, yayasan memberikan apresiasi, mengingat tidak semua koperasi mampu menyelenggarakan RAT secara rutin, yang bisa menyebabkan dihapusnya koperasi tersebut.
Teguh Widi, utusan dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Semarang mengatakan, "Selamat kepada Koperasi Nurul Islam yang telah mampu melaksanakan RAT dengan tepat waktu, yaitu antara bulan Januari sampai dengan Akhir Maret tiap tahunnya".
Ditambahkan, dalam RAT, anggota koperasi diperkenankan memberikan usulan inovasi kepada pengurus agar koperasi lebih maju. Misalnya melakukan studi banding ke koperasi yang lebih besar dan maju.
"Tahun 2015 ini kami terpaksa membubarkan 77 koperasi dikarenakan tidak aktif dan hanya namanya saja. Hal ini senada dengan keputusan Kementerian Pusat Koperasi yang akan membubarkan sebanyak 60.265 koperasi yang tidak aktif", imbuh Teguh.
Selain diikuti oleh ratusan anggota, hadir dalam kesempatan RAT kali ini, Parjono, S.Pt selaku pengawas koperasi dan Ida Nurul Farida, S.Ag, M.Pd selaku pengurus koperasi.
Koperasi yang berkantor di komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Khoirot Tengaran Kabupaten Semarang ini telah berdiri sejak tahun 2010. Saat ini, KOSUMA Nurul Islam memiliki omset sebesar 3 milyar lebih, dengan jumlah anggota sebanyak 889 orang.
"Event RAT tutup buku tahun 2014 ini dimaksudkan sebagai laporan dalam rangka memenuhi kewajiban pengurus dalam mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya selama tahun 2014. Selain itu RAT juga untuk memberikan gambaran obyektif kepada anggota sampai sejauh mana pengelolaan koperasi", ungkap Neti Haruni, manajer KOSUMA Nurul Islam.
Neti menambhakan, "RAT juga dimaksudkan agar mempermudah anggota dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pengurus dan anggota di dalam memenuhi kewajibanya. Kelemahan dan kendala yang ditemukan semoga mampu dicari solusinya agar dapat mewujudkan Koperasi yang lebih maju, sehat dan mandiri".
Sampai saat ini, produk dari KOSUMA Nurul Islam antara lain berupa Simpanan Mudharabah, Wadiah, Pensiun, Pokok, Wajib, Pendidikan, Hari raya dan Simpanan Khusus. Ada juga Simpanan berjangka 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan yang dapat diakses.
Sedang terkait produk Pembiayaannya antara lain: Murobahah (jual beli), Qardhul Hasan (kebajikan), Ijaroh (Multi jasa) dan Musyarokah (kerja sama modal).
Saat RAT ini juga dibagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota yang aktif, dalam arti anggota yang memiliki simpanan wajib dan rutin membayar simpanan pokok tiap bulan.
"Semakin banyak anggota mengajukan pembiayaan, semakin banyak SHU yang diterima. Saya contohkan dari simpanan sebesar Rp 305.000,- mendapatkan SHU sekitar Rp 89.000,- ", imbuh Neti.
Dengan terlaksananya RAT ini, yayasan memberikan apresiasi, mengingat tidak semua koperasi mampu menyelenggarakan RAT secara rutin, yang bisa menyebabkan dihapusnya koperasi tersebut.
Teguh Widi, utusan dari Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Semarang mengatakan, "Selamat kepada Koperasi Nurul Islam yang telah mampu melaksanakan RAT dengan tepat waktu, yaitu antara bulan Januari sampai dengan Akhir Maret tiap tahunnya".
Ditambahkan, dalam RAT, anggota koperasi diperkenankan memberikan usulan inovasi kepada pengurus agar koperasi lebih maju. Misalnya melakukan studi banding ke koperasi yang lebih besar dan maju.
"Tahun 2015 ini kami terpaksa membubarkan 77 koperasi dikarenakan tidak aktif dan hanya namanya saja. Hal ini senada dengan keputusan Kementerian Pusat Koperasi yang akan membubarkan sebanyak 60.265 koperasi yang tidak aktif", imbuh Teguh.
Selain diikuti oleh ratusan anggota, hadir dalam kesempatan RAT kali ini, Parjono, S.Pt selaku pengawas koperasi dan Ida Nurul Farida, S.Ag, M.Pd selaku pengurus koperasi.

