Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Regional IV Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta, mengadakan Olimpiade Mata Pelajaran (OMP) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) kedua, yang bertempat di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) beberapa waktu yang lalu.
Pelaksanaan olimpiade tersebut diikuti lebih dari 40 Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jateng dan DIY, dari tingkat Sekolah Dasar (SD), sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Panitia menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru 1436 H dan sebagai wahana mempererat silaturahim antar sekolah Islam Terpadu se-Indonesia.
Berbagai cabang lomba yang dipertandingkan antara lain: Mutsabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Tahfidzul Qur’an, Lomba seluruh Mata Pelajaran, Lomba Debat Bahasa Inggris, Lomba Pidato Bahasa Inggris-Bahasa Arab-Bahasa Indonesia, Lomba Cerpen, Muhadatsah, dan hasta karya.
Madrasah Aliyah Nurul Islam, mengirimkan beberapa santrinya untuk ikut serta dalam olimpiade tersebut. Berikut ini daftar santri dan kejuaraan yang berhasil diraih mereka:
· Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab, atas nama Faizah Muntazhamah, kelas XI.2
· Juara 2 MTQ Putri, atas nama Amalia Hani’ah Luthfiyani, kelas XI.2
· Juara 3 MTQ Putra, atas nama Ahmad Muchlis Al ‘Adib, kelas XI.1
· Juara 3 Tahfidz Putra, atas nama Hana Syahid Al Kayyis, kelas XI.1
· Juara 3 Muhadatsah, atas nama Widhy Ridlo Eiryansyah, kelas XI.2
· Juara 3 Debat Bahasa Inggris, atas nama Jhihad Susi Lestari Widodo, kelas XI.2
Muhammad Sa’dullah Mahmud, selaku Kepala Madrasah Nurul Islam Tengaran mengatakan; “Prestasi yang diraih pada OMP JSIT Jateng DIY merupakan suatu kebanggaan bagi santri Nurul Islam, meskipun ini merupakan even pertama bagi kami. Selaku Kepala Madrasah, kami berterima kasih kepada para santri yang berhasil meraih juara. Bagi yang belum, jangan pernah putus asa”.
Madrasah Aliyah Nurul Islam Tengaran, merupakan sekolah berasrama yang baru berdiri pada tahun 2013 yang lalu, dan khusus membuka peminatan Keagamaan. Hal ini dimaksudkan agar santri mendapatkan bekal penguatan Ulum Syar’iy selama sekolah di MA Nurul Islam. “Diharapkan lulusan MA Nuris nanti mampu menjadi da’i da’iyah dengan bekal Ulum Syar’iy selama di madrasah”, ungkap Sa’dullah.humas
Pelaksanaan olimpiade tersebut diikuti lebih dari 40 Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jateng dan DIY, dari tingkat Sekolah Dasar (SD), sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Panitia menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru 1436 H dan sebagai wahana mempererat silaturahim antar sekolah Islam Terpadu se-Indonesia.
Berbagai cabang lomba yang dipertandingkan antara lain: Mutsabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Tahfidzul Qur’an, Lomba seluruh Mata Pelajaran, Lomba Debat Bahasa Inggris, Lomba Pidato Bahasa Inggris-Bahasa Arab-Bahasa Indonesia, Lomba Cerpen, Muhadatsah, dan hasta karya.
Madrasah Aliyah Nurul Islam, mengirimkan beberapa santrinya untuk ikut serta dalam olimpiade tersebut. Berikut ini daftar santri dan kejuaraan yang berhasil diraih mereka:
· Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab, atas nama Faizah Muntazhamah, kelas XI.2
· Juara 2 MTQ Putri, atas nama Amalia Hani’ah Luthfiyani, kelas XI.2
· Juara 3 MTQ Putra, atas nama Ahmad Muchlis Al ‘Adib, kelas XI.1
· Juara 3 Tahfidz Putra, atas nama Hana Syahid Al Kayyis, kelas XI.1
· Juara 3 Muhadatsah, atas nama Widhy Ridlo Eiryansyah, kelas XI.2
· Juara 3 Debat Bahasa Inggris, atas nama Jhihad Susi Lestari Widodo, kelas XI.2
Muhammad Sa’dullah Mahmud, selaku Kepala Madrasah Nurul Islam Tengaran mengatakan; “Prestasi yang diraih pada OMP JSIT Jateng DIY merupakan suatu kebanggaan bagi santri Nurul Islam, meskipun ini merupakan even pertama bagi kami. Selaku Kepala Madrasah, kami berterima kasih kepada para santri yang berhasil meraih juara. Bagi yang belum, jangan pernah putus asa”.
Madrasah Aliyah Nurul Islam Tengaran, merupakan sekolah berasrama yang baru berdiri pada tahun 2013 yang lalu, dan khusus membuka peminatan Keagamaan. Hal ini dimaksudkan agar santri mendapatkan bekal penguatan Ulum Syar’iy selama sekolah di MA Nurul Islam. “Diharapkan lulusan MA Nuris nanti mampu menjadi da’i da’iyah dengan bekal Ulum Syar’iy selama di madrasah”, ungkap Sa’dullah.humas


